Profile

BIOGRAFI MARGARETHA HERAWATI

Sinopsis

Retha, demikian ia disapa oleh keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Gadis cantik kelahiran Jakarta 28 tahun silam ini, oleh sang ayah mulai diperkenalkan berenang diusia 1 tahun, dan pada usia 4 mulai diajarkan 4 gaya dalam cabang olahraga tersebut.

Saat kecil, ia pernah tinggal di kota batik Pekalongan mengikuti kakeknya dan pindah ke kota penggodokan taruna militer, Magelang.

Sejak dibangku SD, Retha sudah dilatih untuk menjadi juara. Disiplin, kerja keras dan keinginannya untuk belajar, telah membawa ia menjadi jawara dalam sejumlah pertandingan baik lokal, nasional maupun dikancah internasional.

Atlet renang dan renang sirip (finswimming) yang telah mengharumkan nama Indonesia dimata dunia dengan segudang prestasi ini, bernama lengkap Margaretha Herawati S.OR.

Flashback

Pada 1992 hingga 1999, Retha ditangani oleh pelatih profesional yaitu Bapak Handoko di Prima Magelang.

Tercatat Retha mengikuti pertandingan atlet pemula di Jateng dan DIY antara lain Dulong Mas, Aqua Cup 1994 dan kejuaraan lainnya.

Pada 1999 hingga 2005, Retha memperdalam latihannya dibawa bimbingan pelatih nasional, mantan atlet olimpian Jerry HP Item dan Elfira Nasution.

Pada Juli, Agustus dan September 2002, ia berkesempatan berlatih di Club Nova Aquatics Irvine CA, USA.

Saat kelas 6 SD ia berhasil meraih 2 medali emas pada nomor renang putri  800 M bebas dan 1500 M bebas, mewakili eks Karisedenan Kedu di PORDA 2001 Jateng. Disinilah bakat Retha untuk menjadi sang juara mulai terlihat.

Ia kemudian diperkenalkan dalam event nasional antar klub renang se-Indonesia yaitu KRAPSI dan Kejurnas PRSI usia 9-12 tahun.

Semenjak mengikuti berbagai pertandingan KRAPSI dan Kejurnas PRSI, Retha hijrah ke Jakarta, bergabung  dengan club Elfira Swima Gemilang Jaya (ESG Jaya).

Dibawah bimbingan keras sang pelatih Jerry Item, intensitas latihannya terus meningkat sesuai komitmen di ESG Jaya miliki Elfira Nasution yaitu “Exellence Comitment”.

Disiplin, fokus berlatih dan attitude yang positif wajib menyatu dengan kehidupan sehari-hari bagi atlet yang berlatih disana, tidak terkecuali Retha.

Saat menginjakan kakinya di usia 14 tahun, ia memperkuat kontingen DKI Jakarta pada PON XVI 2004 di Palembang Sumatera Selatan dan mendapat medali perunggu.

Pada akhir tahun 2004 ia berkesempatan berlatih di Beijing Sport University dibawah pelatih Duab Row Lan untuk kemudian dipersiapkan dalam kompetisi SEA GAMES 2005.

Pada kejuaraan KRAPSI 2005, Retha mampu membuktikan sebagai best swimmer (perenang terbaik) dengan memborong 13 medali emas.

Di SEA Games XXIII 2005 Philippines untuk pertama kalinya ia terjung di pesta olah raga Asia Tenggara tersebut, bertarung dengan juara-juara SEA Games diantaranya ratu renang Singapore, Joscelin Yeo. Pelajaran penting ia dapatkan  dengan hanya meraih ranking 4 pada kelas 400 M IM dan rangking 4 dikelas 100 M Buterfly.

Pada 2006 dibawah koordinasi Lukman Niode, Retha kembali melakukan serangkaian latihan di Beijing Sport University,  untuk persiapan pada SEA Games 2007.

Di Olympic Allianz 2006 Paris,   Prancis, ia diundang, dan langsung terbang dari Beijing ke Paris.  Ia berhasil meraih 5 medali emas pada kelas 50 M Free, 100 M Free, 50 M Fly, 50 M Backstroke, 50 M BR.

Dari Bejing ia diarahkan melakukan latihan di Clup APS Singapore dan ditangan pelatih Ang Peng Siong (Juara Olimpiade).

Saat di Clup APS terjadi perubahan pola latihan dan spesialiasi oleh pelatih kepala dari 800, 400 M  Free, 200, 100 M Fly dan  400, 200 M IM (Long Distance) ke kelas 100 M Free, 50 M Free dan 50 M Fly (Sprinter).

Akibat perubahan spesialisasi dari perenang long distance ke sprinter sempat membuat prestasinya merosot saat mengikuti laga di dibeberapa kejuaraan musim 2007-2008 hingga PON XVII 2008 di Kaltim dengan hanya mendapat 1(satu) medali perak di kelas 50 M Free.

Pada kejuaraan Renang Antar Klub Seluruh Indonesia (KRAPSI) di Surabaya tahun 2011, ia memboyong 5 medali emas dan kembali sebagai Best Swimmer in KRAPSI Swimming National Champion.

Achieve Winner The Asia Champhions

Saat Seleknas Finswimming I 2009 di Jakarta, Retha memecahkan rekor nasional di nomor 100 meter Bifins (dua sirip) dan di Seleknas Finswimming II 2009 memecahkan rekor Asia.

Setelah memecahkan rekor finswimming tersebut Retha kemudian tanpa rencana memasuki sejumlah perlombaan dalam cabang finswimming tingkat regional, Asia dan dunia.

Hasil gemilang dapat diraihnya dengan mengharumkan nama Indonesia menjadi juara pertama meraih medali emas pada kejuaraan finswimming tingkat Asia yang berlansung 30 Oktober hingga 8 November 2009, Asian Indoor Games III di Vietnam, sekaligus memecahkan rekor Asia dan  ranking ke-5 (lima) dunia di nomor 100 M Bifins dengan kecepatan waktu 50, 81 detik.

Hasil gemilangnya itu bukan saja mengharumkan Merah Putih, akan tetapi suatu kebanggaan dapat mengalahkan sang juara bertahan asal Jepang, Tsukioka Mabi.

Ketulusan yang ditunjukan sang juara sejati itu dengan memberikan Bushido kepada Margaretha Herawati yang dianggapnya layak menggantikannya. Bushido berasal dari nilai-nilai moral samurai, kombinasi kesederhanaan, kesetiaan, penguasaan seni bela diri dan kehormatan hingga akhir.

Pada pertandingan SEA Games XXV Vientiane di Laos, Desember 2009, Retha berhasil mendapatkan medali emas di nomor 100 M Bifins.

Sepulang dari dari SEA Games 2009 Vietnam, Retha mengikuti program latihan dibawah bimbingan pelatih Wisnu Wardhana dari Jakarta Antasena Quatics (JAQ), Pelatih Pilates Natalie, Pelatih Fisik Jared B.PE, Konsultan Gizi dr. Geniyani Irma CS, SP.GZ. ND, dan Manager TIM (Head Coast) Ir. Frans Gunawan, ayahnya.

Semenjak terjun di Finswimming, Retha berturut-turut memperoleh juara 1 (satu) kejuaraan selam tingkat Asia dan dunia, diantaranya, Asian Finswimming Championship 2010 Kaosiong di Taiwan, Winner Open Water 2011 Bintan Island di Batam, Finswimming CMAS World Cup Round 6th  2011 Palma De Mallorca di Spanyol, Long Distance in 2nd  International Long Distance Finswimming Competition 2011 Batangas di Philipines.

Dan pada saat laga final 50 M Bifins dan 100 M Bifins CMAS World Cup 6th  2011 Yantai di China, ia kembali mengharumkan Indonesia memperoleh 2 (dua) medali emas. 

Pada PON XVIII 2012 di Riau,  ia meraih medali emas dinomor 100 M Bifins dan 200 M Bifins.

Attitude, College, Skill and Career

Untuk menjadi petarung sejati ia wajib belajar dan menguasai diri menggunakan analisa SWOT, memiliki visi misi, smart character, knowledge dan belajar sport science. Hal tersebut yang dikatakan Pelatih Duan Roland dan Ang Peng Siong kepada Retha.

Doa dan motivasi kedua orangtuanya turut pula menyertai Retha dalam karier olahraga dan pendidikannya.

Prestasinya meraih juara tidak hanya dibidang olahraga, pada 2014 ia fokus menyelesaikan pendidikan S1 sport science di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan hasil gemilang mendapatkan cum laude dan diwisuda sebagai sarjana olahraga (S.OR) Maret 2015.

Selain itu Retha juga belajar memperdalam bahasa Mandarin di Beijing Sport University (2 tahun, kelas malam hari), bahasa Jerman di Gothe Institute Jakarta sampai level advance lulus cum laude.

The Champion Comeback

Pada Kejurnas Finswimming Champhionship Indonesia 2016 di Jakarta, ia kembali membuktikan diri sebagai seorang champion, ia mampu menyabet 4 medali emas pada nomor 50 M Bifins, 100 M Bifins, 200 M Bifins, 400 M Bifins dan memecahkan 3 rekornas atas namanya sendiri termasuk di nomor 100 M Bifins menjadi  50.34 detik.

Juni 2016 mengikuti kejuaraan dunia 19th CMAS  World Senior Finswimming Championships Volos, di Yunani, meski tidak mendapat medali namun ia berhasil memecahkan rekornas atas namannya sendiri dikelas 50 M Bifins dari semula 23.12 detik menjadi 22.88 detik.

Dan pada PON XIX 2016, Cirebon Jabar, ia menyabet medali emas  pada nomor 100 M Bifins mewakili Provinsi Papua, juga memecahkan rekor dari 50.34 detik menjadi 50.11 detik. Pada event estafet 4×100 M Bifins Putri dimana Ia sebagai perenang pertama memecahkan rekor 100 M Bifins atas namanya sendiri menjadi 49.00 detik.

Melihat makin membaiknya prestasi Margaretha Herawati berkomitmen untuk kembali merebut mahkota juara Asia ditahun 2017 mendatang.

Wonderful Vision of  Sport Tourism

Julukan “ratu selam” Indonesia, “kolektor” 100an medali emas sekelas Nanik Juliati Suryaatmadja, Nasution Bersaudara  dan Catherina Surya ini, berkeinginaan untuk  kembali memecahkan rekor dan merebut juara Asia.

Selain itu pula, kecintaan terhadap tanah airnya Indonesia, negeri maritim yang terdiri dari ribuan pulau nan mempesona terbentang luas laut dan samudera, panorama bawah laut yang indah, ragam budaya yang terbingkai dalam Bhineka Tunggal Ika menjadikan Margaretha Herawati seolah mendapat passion dan  “nafas” baru untuk mengharumkan Merah Putih menuju puncak juara dunia sekaligus menjadi “duta” pesona Indonesia di mancanegara.

Berbekal pengalaman yang telah ia capai, mengikuti latihan di luar negeri serta sejumlah kejuaraan, tournament baik regional  maupun internasional, persahabatan bersama komunitas swimmers mancanegara, disertai menguasai bahasa Jerman, Inggris dan Mandarin adalah modal bagi dirinya untuk siap turut serta memperkenalkan pariwisata bahari (marine tourism) Indonesia lewat sport tourism.

Vision and Mission

Visinya yaitu menciptakan juara-juara dunia dari anak-anak bahari bangsa Indonesia dan misinya adalah merebut kembali juara Asia, memecahkan rekor atas dirinya sendiri, mensosialisasikan olahraga finswimming diseluruh pelosok tanah air, mengadakan serangkaian event-event baik skala nasional maupun internasional di berbagai spot bahari Indonesia, serta memperkenalkan dan menjadi duta pariwisata bahari di level internasional.

Basic of Rules

Untuk mendevelope seorang champion yang utama adalah talent scoting itu sendiri, performa attitude atletnya, positive thinking, fokus, kerja keras dan disiplin. Kesemuanya dimilikinya tinggal bagaimana seluruh team work yang bekerja bersama menjadi the winning team serta dukungan masyarakat komunitas olahraga Indonesia.

Margaretha Herawati, S.OG juga berkeyakinan dengan “ora et labora”, bekerja dan berdoa, maka Tuhan senantiasa menyertainya setiap saat. ***

Biodata

Nama Lengkap

:

Margaretha Herawati, S.OR

Nama Panggilan

:

Retha

Tempat / Tanggal Lahir   

:

Jakarta / 20 Oktober 1988

Tinggi / Berat Badan

:

168 cm / 62 Kg

Pendidikan Terakhir  

:

S1, Sarjana Olahraga (S.OR) Universitas Negeri Jakarta

Bahasa         

:

 Indonesia, Inggris, Jerman dan Mandarin

Hobi           

:

 Renang, Menyelam, Basket Ball, Nonton, Musik, Travelling dan Fotografi

Ukuran Baju / Celana  

:

 M / 28

Latihan Tambahan 

:

Gold Gym Thamrin City, Pilates 29 Senayan, Malio’s Gym dan Yoga

Cita-cita       

:

Asia Champion, World Champion, Olympian Champion, Develope Build & Character Champions, Develope International Swimming Club

Karier lainnya    

:

President Director PT. Succes Deogracias Sejahtera, Senior Agency      Manager Sun Pegazus Succes / PT. Sun Life Financial Indonesia, Physician Injury Consultants and Coach Swimming & Finswimming Consultants, Marine Tourism Consultant.

 

Berita Terkini
Pengunjung
Visit Today  :  43
Page Visits  :  0
Total Visitors  :  21
Visit Total  :  9063